Sabtu, 15 Oktober 2016

BOXER CONFIGURATION ENGINE

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Kali Ini saya mau posting tentang Boxer Configuration Engine, silakan di simak:


Di Indonesia hanya terdiri dari 3 jenis konfigurasi mesin yaitu, mesin rebah/tidur, tegak, dan mesin inline 2 silinder. sebetulnya ini hanya separuh kecil dari banyaknya konfigurasi mesin didunia ini. karena setiap mesin meski mengadopsi teknologi yang sama, namun karena konvigurasinya maka riding karakternya pun menjadi berbeda. ini menjadi penting karena akan berpengaruh pada saat penggunaan maupun kenyamanan pengendaranya. menarik untuk dibahas.

1. Mesin dengan 1 Silinder
Mesin 1 silinder, mesin yang diproduksi jumlahnya paling banyak diproduksi, maklum boleh dibilang hampir tidak ada motor berkapasitas dibawah 250cc menggunakan silinder lebih dari 1. Dan mesin 1 silinder ini memiliki cukup banyak konvigurasi. yaitu konvigurasi (Tidur), (Tegak / Vertikal) dan 45 derajat.
Karakter mesin 1 silinder : Suaranya “memekakan telinga” … Torsi besar !
mesin 1 silinder bukan berarti khas motor kecil, botor besar seperti KTM Duke 690 (hampir 700cc) menggunakan mesin 1 silinder. motor yang menggunakan konvigurasi mesin ini adalah mereka yang mencari dua hal ( Torsi + Bobot minimum) tidak heran motor supermoto dan cross rata rata menggunakan mesin 1 silinder !
Keunggulan (+)
Bobot yang dimiliki rendah
minim maintenance
Torsi besar diputaran bawah
Getaran kecil di putaran bawah
Kekurangan (-)
Suaranya memekakan telinga
Amat bergantung pada positioning cylinder
Top speed kurang
Getaran tinggi diputaran atas
Mesin Inline 2 Silinder antara 250 Sampai 900cc
Ini merupakan solusi paling strategis bagi konvigurasi mesin. Karena mesin ini biaya produksinya murah, maintanance rendah namun menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan mesin 1 silinder. Berbagai tipe motor menggunakan mesin ini. Sebut saja, mesin Ninja 250R, BMW F800GS hingga Norton Commando menggunakan mesin berkonvigurasi ini.
Suaranya seperti “kopong” tapi khas !
Suara Ninja 250, ER6 hingga F800GS suaranya khas, tidak terlalu merdu, tapi tidak memekakan telinga. mesin 2 silinder inline ini amat mudah untuk di “oprek” dan memiliki central of gravity yang amat baik. Simply motor ini menawarkan solusi yang cerdas !

Keunggulan (+)
Top end power cukup baik
Maintenance rendah
Torsi merata di putaran bawah, tengah, atas
mudah di upgrade
Getaran merata di putaran bawah, tengah dan atas
Kekurangan (-)
Suara motor khas tapi tidak “berkarakter”
jika dilakukan head to head, tidak akan menang dibandingkan konvigurasi mesin lainya yang berkarakter
sering kali dianggap “cheap twin engine”
Mesin “V” Twin khas American Engine


Mesin khas 2 silinder “V” twin murni. Alias benar benar berbentuk V Twin ini memang khas motor muscle dan cruiser amerika serikat. Khususnya digunakan siapa lagi kalo bukan Harley Davidson dan Victory Motorcycle. mesin ini memiliki bentuk yang khas, berupa huruf “V” karena jarak antar silinder berukuran sempit (Jika Ducati 90 derajat, Aprilia 60 derajat maka mesin ini lebih sempit lagi)
Mesin “V” twin, suaranya khas … getaranya khas!
Mesin V twin khas amerika, memiliki karakteristik unik, yaitu getaran yang tinggi. Bukan karena orang amerika ga bisa bikin mesin yang bener, tapi karena getaran (pergerakan) silinder mesin tersebut terpusat di titik yang berdekatan makanya gerakanya justru menjadi mirip getaran. Apapun itu yang pasti mesin “V” twin ini ongkos produksinya mahal!
Keunggulan (+)
Suara mesin yang khas
getaran mesin menjadi identitas motor tersebut
Torsi berlimpah + bobot berat menjadi terkontrol
maintenance murah
Kekurangan (-)
Konvigurasi mesin memastikan siap memanaskan “rider junior”
sangat panas
top end power amburadul
getaran ada di setiap putaran
center of gravity diatas
Mesin melintang khas motoguzzi
Sepertinya hingga saat ini cuma Motoguzzi yang menggunakan mesin V twin 60 derajat melintang. bentuk silindernya memang mirip konvigurasi biasa, namun mesin di posisikan melintang. Sehingga bentuk mesin terlihat amat unik dan menjadi ciri khas tersendiri dari motor ini.
Yang pasti bukan sport bike … tapi keren
mbah mencoba beberapa waktu yang lalu dengan mengendarai MotoGuzzi V7 Racer. motor ini menggunakan mesin V twin melintang. dan memang khas sekali getaranya. meski saat digunakan motor terasa bergetar kanan – kiri, seperti gak stabil dan memang centre of gravity motor ini pun tinggi bener, tapi tetap keren sekali menurut mbah, terutama dari sisi estetika.
Kelebihan (+)
Getaran mesin khas
Mesin terlihat amat berkarakter
tidak panas karena diposisikan diluar
Distribusi tenaga halus
Kekurangan (-)
ongkos produksi tinggi
center of gravity tinggi
bagi sebagian orang terasa aneh
tenaga top end kurang
Mesin “L” 90 derajat khas italy 
Barang kali kita menganggap cuma Ducati satu satunya pabrikan yang menggunakan mesin L twin 90 derajat. namun sebenarnya tidak juga, Aprilia selain RSV4 menggunakan mesin 2 silinder 90 derajat. makanya mesin L twin ini menjad khas dari motor produksi italy.

Karakter mesin “L” twin identik dengan mesin desmodromic
meski mesin L twin tidak berarti mesin ducati, namun karena kadung dianggap sebagai mesin ducati yang menggunakan sistem desmodromic, enggak heran akhirnya orang mengidentikan mesin L twin adalah mesin Desmodromic. Tapi yah mau gimana lagi memang ducati doang yang setia dengan mesin ini …
Keunggulan (+)
Suara mesin dan knalpot yang khas dan berkarakter
Ditangan biker berpengalaman amat enak diajak nikung
Kekurangan (-)
Biaya maintenance amat tinggi
Torsi terlalu liar
Tenaga top end dianggap lemot
Getaran terasa di semua putaran
Amat mudah overheat
di kecepatan rendah, motor terasa tersendat sendat
Posisi Silinder Vertikal tepat berada dibawah “rider junior”
Posisi mesin amat memakan ruangan pada frame motor

Mesin boxer … ya BMW
Mesin boxer … mungkin lebih dikenal dalam dunia roda 4 seperti mesin Subaru Impreza atau Porche. tapi kalo di dunia motor cuma BMW yang konsister menggunakan mesin ini. apalagi kalo bukan keluara R-1200GS nya. meski demikian pada awalnya mesin ini adalah mesin yang digunakan untuk pesawat pada era tahun 40an …
Karakter mesin Boxer … seperti diesel !
mirip mobil, mungkin begitu rasanya jika mengendarai motor bermesin boxer. Mobil tersebut khususnya menggunakan mesin diesel, dimana tenaga di putaran bawah amat halus namun tetap amat bertenaga, meski diputaran atas cepat ngos ngosan. Tapi toh memang BMW GS sebagai pengguna mesin boxer juga berfungsi mirip truk ?
Keunggulan (+)
Bentuk mesin sangat khas
Sangat Reliable
Maintenance rendah
Torsi tersedia di semua putaran
Penyaluran tenaga sangat smooth
Tidak mudah panas
Hemat BBM
Suara mesin halus
Kekurangan (-)
Ongkos produksi mesin amat mahal
Top end power amburadul
Mesin 3 silinder saat ini identik dengan Mv Agusta dan Triumph
Mesin 3 silinder saat ini di era modern dipopulerkan oleh triumph lewat Triumph 675 Daytona (supersport) dan varian tiger dan Street triple, semetara di Mv Agusta ada Mv Agusta F3 675 (supersport) dan Brutale 675. motor ini memang berkapasitas nanggung namun dengan jumlah silinder nanggung tetap banyak keunggulanya.
Mesin 3 silinder, memaksimalkan antara kombinasi Torsi dan top end power
Jika mesin 2 silinder bermodel V apalagi L akan mengandalkan torsi maka mesin inline 4 akan mengandalkan top end power. mesin 3 silinder menggabungkan keduanya. Torsi didapat di putaran “cukup rendah” dan “cukup besar” tapi tidak seperti mesin twin, namun tenaga top end pun didapat di putaran mesin yang “tidak terlalu tinggi” … getaran mesin pun demikian, tidak separah mesin twin tapi juga tidak sehalus mesin inline 4.
Keunggulan (+)
Getaranya tergolong halus
ongkos produksinya relatif murah
mengkombinasikan keunggulan 2 silinder dan 4 silinder
center of gravity baik
responsif namun tidak liar
Kekurangan (-)
Suara mesin jelek sekali
top end power dan torsi tetap kalah dibandingkan mesin 4 silinder dan twin engine
sering dianggap tidak berkarakter
Mesin Inline 4 … Sangat Terkenal dan Populer
Mesin inline 4 ini digunakan oleh seluruh tipe sport bike dan superbike, kecuali oleh Ducati dan Aprilia. mesin ini amat terkenal lewat suaranya yang membulat dan merdu. boleh dibilang mesin ini menawarkan banyak keunggulan ketibang kekurangan. bahkan boleh dibilang mesin ini menawarkan value for money terbaik
Mesin inline 4 … top endnya gila
mesin inline 4 sering dianggap lemot torsi, khususnya oleh pengguna mesin “Twin” sepeti Ducati dan HD. namun sebenarnya ini adalah konfigurasi mesin paling efisien, baik segi biaya produksi, power dan torsi maupun bobot. makanya mesin inline 4 sangat populer dikalangan biker.
Keunggulan (+)
Suara mesin amat merdu
Top end power optimum
getaran mesin sangat halus
konvigurasi mesin fleksibel
biaya produksi murah
biaya maintenance murah
Kekurangan (-)
Mesin terlalu lemot torsi
dianggap tidak berkarakter

Mesin V4 Biasanya ini Digunakan di Arena Balap
Sebut saja Honda RC211, 212, V engine, Suzuki GSV-R engine dan sebagian besar motor CRT menggunakan mesin berbasis V4 (dalam hal ini aprilia RSV-4. karena memang mesin ini pada awalnya di desain untuk keperluan balap. namun kemudian digunakan untuk penggunaan normal seperi pada honda VFR dan RSV4
Engine Configuration that try to kill you !
jika mesin L menawarkan Torsi melimpah, mesin V menawarkan hal serupa namun belum optimum … tetapi begitu di kali dua, maka hasilnya adalah konvigurasi mesin yang mampu memproduksi torsi melebihi mesin L. itu baru kasus pertama, mesin 2 silinder inline menawarkan top end, tapi jika dikalikan dua ?
Keunggulan (+)
power melimpah ruah di setiap putaran (kalo anda pembalap)
torsi melimpah ruah di setiap putaran (kalo anda stuntman)
mesin sangat responsif (kalo anda free styler)
Centre of gravity berada di titik optimum (kalo anda max biaggi)
konvigurasi mesin mudah di rubah (kalo anda Aleix espargaro)
Top end power dan Torsi maksimum mudah di dapat (kalo anda mau bunuh diri dengan style)
Kekurangan (-)
Biaya produksi mahal
maintenance tinggi
sulit digunakan di kecepatan rendah atau harian
sangat panas
untuk mengontrol anda bergantung pada piranti elektronic
suicidal engine configuration
Sumber: KASKUS

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Blog Archive